24,861 total views, 133 views today
DELIK-HUKUM.ID ( PARIMO, SULTENG ) — Kapolres Parigi Moutong (Parimo), AKBP Dr. Hendrawan Agustian Nugraha, S.I.K., M.H, disorot lantaran terkesan enggan menindak salah satu pengusaha Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berinisial Wt. Wt diduga merupakan pemain PETI lintas provinsi yang saat ini melakukan aktivitas skala besar di Kabupaten Parimo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wt diduga mendapatkan perlindungan dari oknum aparat Polres Parimo. Dugaan ini menguat setelah terungkapnya kejanggalan dalam operasi penertiban yang dilakukan Satreskrim Polres Parimo di Desa Karya Mandiri, Senin (2/3/2026).
Sehari sebelum penertiban, sejumlah alat berat yang disinyalir milik Wt terlihat diturunkan dan diparkir di bendungan Desa Tinombala. Mirisnya, setelah tim Satreskrim kembali dari lokasi, alat berat tersebut kembali dinaikkan ke lokasi PETI untuk beroperasi, bersama dua unit alat berat lain yang diduga milik I.B.
Sumber internal yang dirahasiakan identitasnya mengungkapkan, selama Wt beraktivitas di Karya Mandiri, alat berat miliknya tidak pernah tersentuh oleh tim penertiban.
‘’Bagaimana mau tersentuh hukum, belum turun tim penertiban, sejumlah alat beratnya telah diamankan. Lihat saja operasi baru-baru ini, alatnya sudah diamankan duluan di bendungan Desa Tinombala,’’ kata sumber tersebut melalui pesan WhatsApp, baru-baru ini.
Lebih lanjut, sumber menuturkan bahwa pascaoperasi, alat-alat berat tersebut kembali beroperasi.
‘’Sehari setelah penertiban, alat berat yang sempat bersembunyi kembali beroperasi. Termasuk ada tambahan dua unit alat baru milik Irfan Borman. Total kalau tidak salah ada tujuh unit alat berat yang beroperasi di lokasi PETI Karya Mandiri saat ini,’’ tutup sumber tersebut.
Diduga Kapolres Parimo, AKBP Dr. Hendrawan Agustian Nugraha, S.I.K., M.H, masih memblokir kontak wartawan media ini, sehingga pesan konfirmasi tidak terkirim. Sementara Kasat Reskrim, Iptu Anugerah S. Tarigan S.Tr.K, MH, dan Kasi Humas Polres Parimo Iptu Arbit, pesan konfirmasi terlihat centang dua, namun terkesan enggan menangapinya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media ini kepada, Irfan Borman dan Ibu Wt belum berhasil.
( ATNAN/RED )
