435 total views, 435 views today
DELIK-HUKUM.ID ( JAKARTA ) — Zikir dan doa kebangsaan adalah ikhtiar spiritual bersama untuk menyampaikan rasa syukur, memohon keselamatan bangsa, dan memperkuat persatuan menyambut bulan kemerdekaan. Kegiatan ini lazim diselenggarakan oleh pemerintah seperti Kementerian Agama menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan 2026, acara nasional yang digelar untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 7.643 personel gabungan untuk memberikan pelayanan pengamanan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 peserta dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan wilayah lainnya.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, pimpin apel kesiapan pengamanan tersebut, menyampaikan bahwa seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. “Laksanakan pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan. Utamakan kesabaran dalam melayani masyarakat, tetap tenang dalam bertindak, serta jaga komunikasi dan koordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai,” ujar Dekananto.
Dijelaskannya, bahwa sebanyak 7.643 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.675 personel Polda Metro Jaya, 1.143 personel Polres jajaran, 500 personel Korbrimob Polri, 200 personel Korsabhara Polri, 1.845 personel TNI, 145 personel Satpol PP, serta 135 personel Dinas Perhubungan, termasuk petugas kendaraan derek. Pengamanan dilaksanakan melalui langkah preemtif dan preventif, meliputi deteksi dini, sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom dan K9, pengamanan terbuka dan tertutup, patroli, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan pos kesehatan, ambulans, dan jalur evakuasi di setiap sektor.
Akses peserta menuju kawasan Monas dibuka melalui Pintu Timur Laut, Pintu Tenggara, dan Pintu Barat Daya. Untuk mendukung mobilitas peserta, disiapkan 22 kantong parkir dengan kapasitas sekitar 1.450 bus, 3.680 mobil, dan 50 sepeda motor.
“Cegah penumpukan dengan mengatur kedatangan peserta secara tertib. Setiap bus harus diarahkan menuju kantong parkir JIExpo Kemayoran agar mobilitas peserta tetap berjalan lancar,” jelas Dekananto.
Dekananto juga menghimbau, peserta menggunakan akses masuk dan kantong parkir sesuai peruntukannya serta mengikuti arahan petugas di lapangan. “Masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan Monas disarankan menggunakan jalur alternatif atau memanfaatkan transportasi umum guna menghindari kepadatan lalu lintas,” imbuh orang nomor dua di Polda Metro Jaya itu.
( BOY/MUL/RED )
