10,032 total views, 33 views today
Delik-Hukum.id ( Medan ) – Gencatan pemberitaan yang dibuat oleh media online Delik-Hukum.ID beberapa hari ini ternyata membuat banyak pihak resah hal itu terbukti dengan adanya telepon gaib alias teror yang di dapat oleh wartawan media ini kemarin Rabu (1/11) sekira pukul 10.41 WIB.
Panggilan yang berdurasi sekitar 14 detik itu meminta agar menghentikan pemberitaan yang dibuat oleh wartawan media yang berkantor pusat di Jakarta ini.”kau berhentikan berita itu bos jangan main-main lah”ucap seorang pria mealalui sambungan telpon”.
Mengantisipasi hal yang tidak ingin terjadi,Media Delik-Hukum.ID melalui Kabiro Sumatera Utara Fika Amanda Lubis dengan ini meminta kepada Pangdam I / BB Mayjend Mochammad Hassan bersama Dan Pomdam I / BB Kolonel CPM Zulkarnain,S.H untuk melakukan penyelidikan dan mendalami terkait peristiwa “teror” yang dialami wartawan tersebut.”kita minta sama bapak pangdam bersama Dan Pomdam untuk menyelidiki masalah ini jangan sampai terjadi apa-apa dengan wartawan kita”kata Fika di kantornya kemarin Kamis (2/11).
Seperti yang diberitakan sebelumnya,SMT seorang oknum TNI AD Kodim O2O6 Dairi disebut-sebut menjadi pengelola sekaligus pemilik perjudian jenis tembak ikan,togel dan dadu yang memiliki omset sangat begitu besar perharinya berkisaran ratusan juta rupiah.
Maka dari itu tim media ini kemarin Jumat (28/10)melakukan penelusuran guna memastikan informasi viral itu dan akhirnya awak media berhasil menemukan beberapa lokasi yang di jadikan sebagai tempat perjudian tersebut.
Dari beberapa pemilik tempat perjudian ini,mereka diantaranya mengarahkan agar berkordinasi dengan SMT Oknum TNI AD Kodim 0206 Dairi yang mereka sebut sebagai Big Boss dari perjudian tembak ikan,togel maupun dadu tersebut.”Abang dari Media ya,kami enggak berani ngomong bang kalau masalah ini langsung aja komunikasi sama bos kami pak Simarmata”kata pria bermarga Sinaga tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan nomor telepon pria yang mereka sebut tentara “bandal” ini maka wartawan Delik-hukum.ID langsung berusaha melakukan konfirmasi melalui ponsel dan beberapa pesan singkat kepada SMT namun hingga berita ini dibuat pihak media tidak mendapat jawaban dari Oknum TNI AD yang pernah bertugas di Kesatuan Batalyon 125 Simbisa itu. (ZAL)
(Teks Foto : Nomor Telepon Tidak Dikenal Yang Menghubungi Wartawan Media ini Kemarin Rabu (1/11))
