7,671 total views, 6 views today
DELIK-HUKUM.ID (MEDAN) — Dalam beberapa hari terakhir dimuat sejumlah tulisan yang di jadikan sebagai pemberitaan dengan penyajian yang lebih terpercaya guna memikat gairah masyarakat pembaca berita supaya kembali seperti dulu.
Kamis (14/3) sekira pukul 11.05 seorang tidak dikenal mengaku bernama Leo dan dari media atau juga Lembaga Swadaya (LSM) Garda Peduli menghubungi ponsel Syafrizal yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Redaksi media ini dan menanyakan keberadaan pria yang saat ini tengah fokus mengembangkan beberapa kasus guna dimuat dalam pemberitaan media ini kedepannya. “selamat siang apa ini rizal dan dimana posisi”Kata pria yang bentuk wajahnya juga tidak di ketahui.
Melalui sambungan telepon seluler dengan nomor 08116592017 yang bertuliskan MR LEO pada akun Profil whatssapp miliknya itu, si pria juga menanyakan mengenai adanya pemimpin redaksi media ini melakukan konfirmasi hubungan dengan Kapendam I / BB Kolonel Riko Siagian dalam waktu dekat ini mengenai pemberitaan.
Tidak sampai disitu saja,Tanpa alasan yang jelas pria yang tidak.diketahui asal.usulnya ini meminta agar melakukan silaturahmi dan meminta alamat kantor media yang saat ini di naungi Syafrizal. “ kantor abang dimana dan ketemu kita yok aku sekarang di posko dekat kantor Bupati Deli Serdang Cuma ngajak minum aja dan silaturahmi”katanya saat sambungan pembicaraan telepon itu terjadi.
Kala itu permintaannya coba dikabulkan namun menimbulkan beberapa kebanggaan yang terjadi karena selama 17 tahun dalam dunia jurnalis dan bekerja di lapangan,Rizal panggilan akrab Pemred Medanseru.com ini belum pernah bertemu dengan orang yang secara mendadak ingin bertemu dan menanyakan hal pemberitaan yang saat ini tergolong panas karena ada nya informasi yang didapat mengenai upaya penculikan terhadap Syafrizal Anwar Siregar pasca naiknya pemberitaan mengenai oknum rambut cepak penguasa judi Serdang Bedagai.
Rabu (13/3) sekira pukul 19.30 WIB seorang pria mengaku bernama eko dan berkaitan dengan kesatuan batalyon yang dimuat dalam pemberitaan rizal tersebut berusaha melakukan koordinasi dan meminta agar segera dilakukan pertemuan di Kawasan Kabupaten Serdang Bedagai Jumat (15/3).
Namun pertemuan itu tidak di berikan izin oleh Fika Lubis selaku pimpinan Rizal di salah satu media Nasional yang berkantor di kawasan Jakarta Timur ini. ”Jangan ketemu di luar nanti kau di kondisikan kami tidak tau alangkah baiknya kita atur pertemuan di kantor kita sini dan lebih bersahaja kalau benar niat mereka untuk saling mengenal dan menjalin pertemanan dengan kita” Kata Fika sembari mengingatkan beberapa kejadian hilangnya nyawa wartawan ditangan oknum yang merasa tersakiti karena pemberitaan sementara tanpa mereka sadari sebab terjadinya pemberitaan karena ada satu hal yang tidak wajar atau melanggar aturan maka pemberitaan itu dimuat dan menjadi konsumsi publik.
“kau ingat kejadian standar bang harahap kan,itu karena apa,ya karena berita dan mereka gak senang terus eksekusi,maunya mereka sadar kenapa ada berita pasti karena ada celah,coba mereka kerjakan sesuai tugas mereka,mana mungkin ada berita,wartawan ini tugasnya melihat,mendengar,cari tau,konfirmasi,tulis dan publis.
Jadi kalau ada yang aneh bagi wartawan itu pasti akan jadi bahan berita.”contohnya lihat dibatalkan TNI pasti ada pos yang di jaga anggota TNI berpakaian dinas lengkap dan berdiri sambil memegang senjata,pasti tidak akan kau buat beritanya karena sedikit banyaknya kita tau kalau itu adalah salah satu bagian tugas dari anggota TNI yang ditempatkan pada Batalyon,tapi coba kau lihat di pos itu ada anggota TNI berpakaian dinas lengkap sambil memegang sendok gorengan dan kuali dengan posisi piket jaga batalyon masing-masing,kupastikan cepat kali pun kau nulis beritanya karena kau ada melihat keanehan yang jangal disitu makanya kau jadikan berita makanya kita mau yang merasa tidak mau diberitakan kerja aja sesuai apa tugasnya jangan kerjakan yang lain nanti kalau enggak terima main bunuh pula”kata Fika sembari meminta sekretaris perusahaanya untuk membuat surat pemberitahuan terbuka kepada Pangdam 1/BB dan Juga Danpomdam 1/BB.
Atas peristiwa aneh hari ini guna mengantisipasi terjadinya hal tidak baik pada perusahaannya dan juga wartawan yang menjadi tanggung jawabnya dalam perusahaan. ( ZAL)
