4,170 total views, 6 views today
DELIK-HUKUM.ID (Muntilan, Jawa Tengah) — Puskesmas Muntilan 1 menggelar acara dalam rangka mendeteksi penyebaran penyakit Tuberkulosis ( TBC ) acara yang bertema “Active case Finding” bekerjasama dengan vendor dari kementrian kesehatan Cakra medika, dalam giat tersebut di hadiri 139 warga dari 8 Desa adikarto, sukorini, sriwidari, tanjung, ngawen, menayu, songkrang, progosari.
Agus Santosa S.K.M, M.M kepala puskesmas muntilan 1 mengatakan “Giat ACF ini adalah sengaja kami lakukan atas arahan dari dinas kesehatan untuk terjun langsung ke masyarakat sedini mungkin untuk menemukan pasien terduga kasus TBC,untuk di lakukan pemeriksaan secara komprehensif ada dukungan laboratorium dan konsen,jadi tujuan dari kegiatan ACF ini untuk mendapatkan sebanyak mungkin kasus TBC di masyarakat,dari mereka yang menjadi sasaran pontensial, Katanya.
“Untuk peserta yang kami undang aebanyak 130 orang,Undangan keseluruhan dari wilayah muntilan,ada 8 desa yang kita undang,walaupun ada yang tidak di undang datang ke lokasi giat,tetap kita layani,” Saya berharap kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau ke rumah sakit,jika mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh atau sudah sembuh kembali Batuk,segera periksakan,ujar nya
Sementara Dadang Romansah PJTB Puskesmas Muntilan 1 menegaskan ” Active case finding ( ACF ) ini bekerja sama antara Kementrian kesehatan dan pihak ke 3 dengan Vendor Cakra medika untuk pengadaan laboratorium nya,jadi giat ini untuk mencari kasus aktif TBC,kita cari seputaran kontak erat dan kontak satu rumah,artinya yang satu rumah kita cek keluarga nya,cek dahak dan rontgen nya, imbuhnya.
Sementara salah satu warga yang ikut di periksa Abas simalui 35th,warga sriwedari menuturkan, “Saya di undang puskesmas muntian 1 untuk pemeriksaan kesehatan gratis,saya ajak dua anak saya,saya pikir pemeriksaan kesehatan biasa,ternyata pemeriksaan TBC,tapi tidak apa apa,biar kita tahu apakah saya dan anak anak terjangkit TBC atau tidak,” Kan tidak ada salah nya mengetahui lebih awal dari pada terlambat,pungkas nya. (Nn/Red)
