531 total views, 531 views today
DELIK-HUKUM.ID ( DEPOK ) — Dengan kata “Setu” itu memiliki beberapa arti tergantung konteks bahasanya, danau atau telaga. Bahkan, Setu juga memiliki beberapa makna tergantung dengan konteksnya. Seperti dijadikan wisata olahraga (sport tourism) adalah tren perjalanan yang menggabungkan aktivitas fisik yang sedang populer belakangan ini.
Berdasarkan data, dahulu diperkirakan ada sekitar 30 Setu di Depok, namun menurut catatan Pemda Provinsi Jawa Barat, Kota Depok masih memiliki sejumlah Setu. Sementara menurut catatan Pemkot Depok, tercatat hanya ada 25 Setu.
Dari ke- 25 Setu tersebut, salah satunya Setu Cilangkap, di Kecamatan Tapos, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru berbasis olahraga (sport tourism) dan ruang terbuka publik, hal itu dibenarkan oleh Anggota DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah.
Dijelaskannya, bahwa Setu Cilangkap memiliki keunggulan dari sisi bentang alam. Selain lokasinya strategis, kawasan tersebut juga menawarkan panorama yang mengarah ke Gunung Salak, yang dinilai mampu menjadi daya tarik wisata jika ditata secara optimal.
“Artinya, Setu Cilangkap ini punya potensi luar biasa. Bisa menjadi ruang terbuka yang terintegrasi antara pariwisata dan olahraga masyarakat, apalagi dengan latar pemandangan Gunung Salak,” jelas Adef sapaan akrabnya, kepada pewarta, Senin (20/4/2026).
Ia menyebutkan, bahwa keberadaan nya Setu ini juga dinilai kondisi eksisting masih jauh dari optimal. Karena, masih banyaknya tanaman teratai yang belum tertata sehingga mengganggu estetika sekaligus fungsi perairan.
“Selain itu, akses jalan menuju lokasi yang masih berupa tanah menjadi kendala utama bagi masyarakat. Jadi, kalau hujan, jalan menjadi becek dan menyulitkan pengunjung. Ini tentu menghambat pengembangan kawasan wisata,” ucap Adef.
Menurutnya, bahwa dengan peningkatan infrastruktur menjadi kunci utama untuk mendorong Setu Cilangkap sebagai destinasi sport tourism unggulan di Depok. “Jadi, perlunya sinergi antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama melalui dukungan anggaran,” tutur Adef.
Adef juga menyampaikan, bahwa segera mendorong anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Depok untuk ikut memperjuangkan pengembangan kawasan tersebut agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Kemudian, Adef berharap perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar memberikan dukungan konkret dalam peningkatan infrastruktur, di kawasan Setu Cilangkap. “Jadi, dengan harapan ada intervensi dari Pemprov Jawa Barat, dan bilamana terwujud, dampaknya akan besar bagi masyarakat,” imbuh Adef.
Adef menambahkan, bahwa dengan pengembangan Setu Cilangkap tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. ” Artinya, dengan aktivitas wisata dan olahraga diyakini dapat mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” pungkas Legislator Partai Keadilan Sejahtera Kota Depok itu.
( BOY/MUL/RED )
