18,915 total views, 36 views today
DELIK-HUKUM.ID ( TANGERANG ) —Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui budidaya kangkung dengan metode hidroponik. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Jumat, 6/3
Pengembangan hidroponik dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari kegiatan pertanian sebelumnya yang berbasis tanah. Pada panen bulan lalu, hasil budidaya mengalami kegagalan hingga hampir 80 persen akibat tingginya curah hujan. Kondisi tersebut mendorong Lapas Kelas I Tangerang untuk beralih pada metode yang lebih adaptif dan terkontrol.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan hidroponik menjadi solusi untuk memanfaatkan lahan terbatas sekaligus mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. “Budidaya hidroponik ini kami kembangkan sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan yang terbatas sekaligus mengantisipasi kendala yang kerap muncul akibat curah hujan tinggi. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Tangerang dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga panen dengan pendampingan petugas pembina.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran pertanian modern. Dengan keterlibatan langsung, Warga Binaan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan. “Kami mendorong Warga Binaan untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh. Dengan keterlibatan langsung pada setiap tahapan kegiatan, mereka diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan, khususnya dalam mengembangkan usaha pertanian skala kecil,” jelasnya…
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui program budidaya hidroponik yang dijalankan di Lapas.
“Kami belajar banyak hal tentang cara menanam dengan sistem hidroponik, mulai dari penyemaian, pengaturan nutrisi, hingga perawatannya. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami, karena metode hidroponik bisa dilakukan meskipun dengan lahan yang terbatas. Harapannya nanti bisa kami terapkan setelah bebas,” ungkap Gareng (inisial)….
Melalui implementasi program, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang produktif, adaptif dan bermanfaat bagi masa depan Warga Binaan. Kegiatan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang lebih mandiri dan berdaya guna.
( AGUS.W/RED )
