6,966 total views, 4 views today
DELIK-HUKUM.ID ( TERNATE ) — Tak di sangka kalau salah satu sekolah favorit di bagian Ternate Selatan kota Ternate Maluku Utara membungkus sejuta aib-Aib sangat memalukan, sebut saja oknum guru sekolah Rhm yg di duga selama ini melakukan tindak tidak senonoh terhadap siswinya, betapa tidak sebelum dan sesudah melakukan pencabulan terhadap siswinya dia telah berpesan agar tidak buka mulut dan tidak menyanyi di hadapan umum.
Karena mungkin dugaan perbuatan oknum guru ini menjijikkan, di tambah dengan kekesalan hati para korbannya sehingga korban pencabulan pun mulai menyanyi dan nyanyiannya mengundang seluruh siswa SMAN NEG 2 Ternate Selatan kota Ternate bereaksi unjuk rasa di halaman sekolah tersebut. Sebelum saya lakukan demo saya sudah ijin kepada pihak sekolah dan para guru mengiyakan dengan catatan jangan anarkis ujar sejumlah siswa siswi kepada wartawan di tengah tengah unjuk rasa hari Jumat 13 februari 2026. Murid semakin kesal karena sebelum unjuk rasa para guru meresponnya, setelah demo tak satu orang pun guru termasuk kepala sekolah yang keluar dari ruangan, saya sangat kesal dan prihatin pak ujar siswa siswi tersebut. Setelah situasi memanas oleh Abdullah bagian kesiswaan muncul dan diapun prihatin, kenapa tak ada guru kelas yang turun tangan, paling tidak keluar dari ruangan sambut mereka dengan kepala dingin dan berikan pencerahan, dan beri pemahaman mereka mereka timpal Abdullah Alias Dullah.
Karena baik kepala sekolah maupun guru guru tak ada nongol di tengah unjuk rasa siswa siswi akhirnya bagian kesiswaan memberanikan diri dan menyampaikan keprihatinannya dan hadapan para pengunjung rasa. Saya mohon minta maaf sebesar besar jika ada kesalahan yang terjadi selama ini di sekolah Pak Dullah sampai meneteskan air dan bersujud di hadapan para pengunjuk rasa agar para pengunjuk rasa menerima apa yang di sampaikan oleh. Secara terpisah siswa yang korban pencabulan pun bersuara ke teman temannya bahwa oknum gurunya bernama Rhm adalah guru cabul yang di duga keras sudah sering melakukan tidak senonoh terhadap siswinya. Teman teman korbann semakin emosi mendengar keluhan. Kitab menambahkan bahwa selama ini saya tidak berani buka mulut karena pak guru saya itu berpedan setengah mengancam agar tidak buka mulut kepada siapa siapa. Wartawan yang berusaha menemui oknum guru Rhm ternyata. Tidak ada di tempat, dia tidak masuk mengajar, diduga unjuk rasa yang akan di gelar hari ini bocor sehingga oknum guru cabul tersebut tidak berani masuk mengajar hari ini. Demikian pula kepala sekolah Anr tdak berhasil di temui, pada hal sangat penting Ingi. Di konfirmasikan kasus dugaan pemerasa yg di lakukan terhadap siswa-siswinya. Menurut penjelasan yang di keluhkan oleh para siswa adalah rencana melakukan kegiatan foto panggung bagi siswa kelas III para siswa kelas ini sudah membangun panggung acara, namun setelah para siswa kelas III menghadap kepada kepala sekolah untuk minta respon kegiatan yang akan di gagas mendapat jalan buntut, kepala sekolah mempersulit kegiatan yang sudah jauh hari di rancang oknum kepala sekolah boleh mengijinkan kegiatan tersebut dengan catatan ada syarat yaitu para siswa yang akan melakukan kegiatan foto panggung harus menyetor uang sebesar Rp 25.000.000. (dua puluh lima juta rupiah) di tambah adminitrasi lain Rp 5.000.000 (lima juta rupiah)
Mendengar permintaan kepala sekolah, para siswa pun naik pitam para telinga siswa panas sehingga terjadi unjuk rasa unjuk rasa yang secara spontanitas yang di lakukan oleh para siswa mendapat tanggapan serius dari ibu gubernur Maluku Utara Sherly Tjuanda Benny Laos, Sampai berita ini di tayang kedua kasus dugaan pencabulan dan pemerasan telah di ketahui oleh Ibu Gubernur.
( BSR/RED )
