1,704 total views, 3 views today
Medan-Delik Hukum
Seorang pria yang mengaku sebagai seorang wartawan yang bertugas di sebuah media lokal di Medan mencoba melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada pemilik bangunan yang berada di kawasan Jalan Klambir V
Hal itu berdasarkan adanya bukti percakapan antara pria inisial E.H dengan salah satu keluarga pemilik bangunan tersebut Sabtu (28/10).
Kejadian itu bermula ketika E.H mendatangi sebuah bangunan yang berada di kawasan Jalan Klambir V Medan,Disitu pria bertubuh gempal itu mengambil beberapa buah foto bangunan tersebut.
Disitu terjadi keributan antara E.H dengan adik pemilik bangunan tersebut”Abang ngapai ngambil foto bangunan ini koq gak ada izin dulu bang sama kami disini jangan sembarang-sembarang main foto aja lah”ucap adik dari pemilik bangunan tersebut.
Saat itu juga S.A saudara dari pemilik bangunan yang bertugas di salah Satu media Jakarta Pusat berupaya untuk melakukan mediasi terkait keributan itu.”izin bang apa rupanya masalah kira-kira dengan bangunan kita itu bang”ucap S.A saudara pemilik bangunan kepada E.H
Setelah sekitar 10 menit pembicaraan E.H mengajak untuk bertemu dengan SA disebuah kafe yang berada di Jalan Gaperta Medan.”ketemu kita yok bang bang karena tak kenal makanya tak sayang minum kopi kita disini”ucap EH melalui pesan singkat yang dilayangkannya.
Pada itu keduanya menyepakati melakukan pertemuan namun tiba-tiba harus ditunda karena adanya kegiatan penting yang harus dikerjakan saudara pemilik bangunan tersebut. “Maaf bang kita tunda dulu pertemuannya yang bang karena ada yang penting harus kukerjakan bang”tulis SA kepada E.H
Setelah sekitar beberapa jam E.H kembali menghubungi
SA melalui pesan singkat dan menanyakan mengenai pertemuan itu”enggak jadi kita ketemu bang,udah kuhubungi kawan-kawan sama ketua kami bang ada empat orang lah kami”tulis E.H berulang kepada SA
Dan lagi SA meminta maaf agar pertemuan tersebut ditunda dan berjanji akan menghubungi EH bila memiliki waktu yang cukup luang dengan maksud pertemuan kedepannya menjadi baik agar tidak terjadi keributan seperti sebelumnya.
Saat itu juga EH meminta sejumlah uang yang rencana akan dibuat sebagai pembayaran minuman di kafe tersebut bilamana pertemuan mereka berhasil dilakukan.”bang kalau enggak abang transfer aja ke dompet digital bisa bang”tulis EH.
Namun permintaan itu tidak dikabulkan SA karena berdasarkan permintaan EH mereka lebih baik ketemu agar dapat menjalin hubungan lebih baik lagi.”nanti ya bang kalau waktu ku luang kita ketemu aja kan itu permintaan Abang dari tadi”kata SA.
Tidak sampai disitu,keesokan hari seseorang yang mengaku wartawan dan juga rekan dari EH menghubungi SA dan menanyakan terkait rencana pertemuan kedepannya kapan segera dilakukan.”jadi kayak mana sekarang ini bang biar kami tau”ucap pria yang tidak diketahui identitasnya secara jelas tersebut.
Sempat terjadi perdebatan antara keduanya dikarenakan pembicaraan tersebut karena pria tidak dikenal itu terkesan memaksa untuk melakukan pertemuan.”kayak mana ini bang sekarang maunya Abang jadi ketemu atau tidak biar tau aja lah”katanya.
Menduga akan adanya kejanggalan terkait pembicaraan itu maka SA memutuskan akan menghubungi pria tersebut saat dirinya berada di kota Medan.”aku lagi di Jakarta ini bang bagaimana kita mau ketemu nanti aja ya bang kalau memang aku sudah di Medan dan akan kuhubungi Abang”pinta SA.
Akibat peristiwa ini SA bersama pemilik bangunan berencana akan melaporka peristiwa tersebut kepada aparat terkait agar segera dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku di negara ini.(ZAL)
