7,883 total views, 6 views today
DELIK-HUKUM.ID ( TANGERANG ) —Bulan suci Ramadhan menjadi momentum penuh berkah bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang dalam menguatkan pembinaan kepribadian dan spiritual Warga Binaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan keimanan sebagai bekal kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.
Kegiatan Ramadhan terselenggara melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kota Tangerang, khususnya dalam menghadirkan penyuluh agama dan penguatan materi pembinaan, Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pembinaan rohani yang terarah, terukur, dan sarat makna keislaman. Senin, 23/2.
Setiap malam, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Baitussalam Lapas. Rangkaian ibadah dimulai dari shalat Isya berjamaah, kultum yang menyejukkan, shalat tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an. Seluruh kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas pemasyarakatan dan penyuluh agama, menciptakan suasana yang khusyuk, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Pelaksanaan ibadah diatur secara bergiliran guna menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga seluruh Warga Binaan Muslim tetap dapat merasakan nikmatnya beribadah dengan tenang dan fokus. Skema ini tidak mengurangi semangat spiritual, justru menumbuhkan kedisiplinan dan kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sahardi dari Kementerian Agama Kota Tangerang menyampaikan tausiah tentang pentingnya memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menjadikan Ramadhan sebagai titik balik perubahan diri. Pesan yang disampaikan mengajak Warga Binaan untuk menjadikan setiap sujud dan doa sebagai jalan menuju ampunan serta kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang sangat berharga dan momentum strategis dalam proses pembinaan
“Ramadhan kami maksimalkan sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih intensif. Melalui kegiatan ibadah yang terstruktur, kami mendorong Warga Binaan untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran diri sebagai bekal kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menambahkan bahwa seluruh program Ramadhan dirancang untuk menumbuhkan kesadaran spiritual yang mendalam.
“Kami memastikan pembinaan rohani berjalan sistematis dan inklusif, Melalui shalat Isya dan tarawih berjamaah, kultum, serta tadarus, semoga Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi menjadi momentum hijrah batin. diharapkan mampu menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan tekad untuk berubah serta mental spiritual Warga Binaan secara nyata ” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial A turut merasakan keberkahan suasana Ramadhan di dalam Lapas.
“Beribadah bersama di masjid membuat hati kami lebih tenang. Tausiah yang diberikan membuka pikiran dan menyadarkan kami untuk memperbaiki diri. Ramadhan ini terasa sangat berarti,” tuturnya haru.
Melalui penguatan pembinaan kerohanian di bulan suci, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis, religius, dan penuh harapan. Ramadhan menjadi cahaya yang menerangi proses pembinaan, agar Warga Binaan kelak kembali ke masyarakat dengan iman yang lebih kokoh, akhlak yang lebih mulia, serta semangat hidup yang lebih baik. ( AGUS.W/RED )
